TIKET MASUK GOA PINDUL

Harga Ticket Goa Pindul adalah salah satu hal yang sering di tanyakan oleh calon pengunjung wisata Goa Pindul lewat telepon, SMS maupun Messenger ke kami. Hal ini lumrah karna harga ticket sebuah tempat wisata adalah salah satu yang harus di perhitungkan untuk menyusun itinerary sebelum mengunjunginya. Sebenernya harga ticket ini sudah di tulis di halaman Paket Wisata, tetapi di halaman ini khusus akan kami update tentang harga ticket Goa Pindul pada hari biasa maupun pas musim liburan. Selain harga ticket Goa Pindul, di sini juga akan kami update tentang harga ticket paket paket wisata yang bisa Anda coba di Obyek wisata ini. Mungkin Anda bertanya kenapa harga ticket Goa Pindul berbeda antara hari biasa dan musim liburan ini. Hal ini terpaksa kami lakukan karena pada musim liburan, di obyek wisata ini pengunjung membludak, tentu saja kami membutuhkan SDM yang lebih agar bisa melayani semua Pengunjung  agar kenyaman Anda terjaga dan liburan Anda menjadi moment yang terindah dan tidak terlupakan.

Berikut adalah Details Harga Ticket Goa Pindul dan paket paket wisata lainnya:

  1. Paket Caving Goa Pindul: Harga Ticket: Rp. 35.000/Pengunjung
  2. Paket Rafting/River Tubing Sungai Oya   Harga Ticket: Rp.45.000,-/Pengunjung
  3. Susur Goa Gelatik   Harga Ticket           : Rp.30.000,-/Pengunjung
  4. Susur Goa Sriti (Untuk sementara belum tersedia) Harga Ticket              :Rp.30.000,-/Pengunjung
  5. Susur Goa Emas (Untuk sementara belum tersedia)

   Harga Ticket : Rp.25.000,-/Pengunjung

  1. Susur Goa Asri (Untuk sementara belum tersedia)  Harga Ticket:Rp.20.000,-/Pengunjung

NB : Pertanggal 20 Desember 2014 Pemda Gunungkidul menarik retribusi 10 ribu/org dari setiap pengunjung yang masuk kawasan Goa Pindul.

Harga ticket Masuk Goa Pindul dan paket paket wisata lainnya diatas sudah termasuk semua perlengkapan, transportasi, Pemandu dan layanan jemput gratis dari jalan oleh team penjemput Goapindul.net. Untuk Anda yang datang berombongan minimal 4 orang di mohon untuk reservasi ticket sebelumnya, ini untuk mengantisipasi di saat pengunjung ramai Anda tetap bisa mendapatkan ticket, karena Caving Goa Pindul dan paket wisata lainnya disini adalah wisata alam yang membutuhkan perlengkapan pendukung yang walaupun telah kami sediakan dengan jumlah yang maksimal tetapi tentu saja tetap ada batasannya.  Demikianlah informasi tentang Harga Ticket Masuk Goa Pindul yang bisa kami sampaikan, semoga bisa membantu Anda yang berencana berlibur ke Gunungkidul khususnya dan Jogja pada umumnya.

Leave a comment

NOVEMBER 25, 2014

wisata asik goa pindul

Dari tempat kita memakai pakain khusus caving maka kita berjalan sambil membawa ban bekas di tangan kita, seru sekali!! Jarak ke Goa Pindul dari tempat kita berjalan kaki cukup dekat hingga kita sampai di pintu utama Goa Pindul.

Sayangnya Gua Pindul sangat ramai sekali sehingga untuk masuk ke dalam Goa Pindul harus ngantri, syukurnya kita datang awal jam 9 pagi jadi kita cepat sekali untuk memulai Caving di Goa Pindul, berkat ide si Irwan juga sih!

Ketika memulai aktivitas olah raga caving maka kami saling pegangan membentuk untaian panjang lalu sang guide kami menuntun kami menelusuri Goa. Untungnya Guide kami itu expert serta kocak sekali sehingga kami senang selain itu dia juga mau mengabadikan photo kami selama di dalam Goa Pindul dengan kamera Elisabeth karena kameraku tidak tahan air kalau tidak, maka no photodi goa Pindul bisa jadi hoax deh perjalanan kami mengunjungi Goa Pindul!

1 Comment

MARCH 19, 2014

menelusuri goa pindul

Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta memang mempunyai banyak tempat wisata. Kalau biasanya kita selalu dikait-kaitkan dengan pantainya yang mempesona. Ternyata ada tempat wisata lainnya yang tidak kalah bagusnya dari pantai. Didaerah Gunung Kidul ini juga ada goa yang bisa kita susuri. Ada banyak goa yang ada di Gunung Kidul, dan salah satu goa yang sudah pernah aku kunjungi adalah Goa Pindul.

Narsis dulu di depan tulisan Goa Pindul

Goa Pindul ini berada didusun Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul. Panjang goa Pindul ini sekitar 350 meter, kita dapat menyusuri goa ini menggunakan sebuah ban dalam mobil/truk. Dari sana kita akan merasakan sensasi yang cukup berbeda. Pokoknya seru deh, tapi sebenarnya akan lebih seru lagi kalau saat kita menyusuri goa ini dalam keadaan sepi. Tidak terlalu ramai oleh pengunjung.

Menunggu giliran masuk Goa Pindul

Dari lokasi pembayaran HTM yang 30k, kita akan meminjam pelampung dan membawa sebuah ban dalam setiap orang. Setelah itu kita berjalan sekitar 15 menit untuk menuju start awal kita masuk ke goa ini. biasanya dalam satu regu/kelompok kita dibatasi 10-15 orang. Tergantung ramai/sepinya pengunjung. Tapi kayaknya akhir-akhir ini sih pengunjung Goa Pindul nggak ada sepinya. Malahan sempat tersebar foto saat Goa Pindul overload.

 

Setiap kelompok akan diurusi dua petugas, satu bagian depan sebagai petunjuk arah, dan satunya dibelakang sebagai mengatur atau menjaga peserta yang mungkin tertinggal. Jadi setiap orang per kelompok wajib saling pegang-pegangan tali ban biar nggak tercecer. Sampai didalam kita bisa melihat stalagmitdan juga stalaktit. Selain itu juga kita bisa melihat gerombolan penghuni goa Pindul(sekawanan kelelawar) yang biasa mereka sebut dengan nama “Kampret”.

Suasana di dalam Goa Pindul

Sebenarnya goa ini mulai terdengar ramai sekitar tahun 2010an. Hingga sekarang goa ini menjadi salah satu tempat yang begitu diminati oleh kalangan mahasiswa atau pengunjung yang berlibur di Yogyakarta. Kita berharap goa ini, ataupun goa-goa lainnya bisa tetap terjaga kebersihannya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Dan yang pasti pengunjung maupun pengelola bisa lebih bijak dengan menerima pengunjung goa tidak asal dimasukkan. Seperti kasus beberapa bulan kemarin yang pengunjungnya terlihat manusia semua, mereka tidak bisa bergerak karena overload.

Para pengunjung keluar dari Goa Pindul

Semoga tempat wisata goa Pindul ini bisa menjadi salah satu alternatif kalian yang ingin merasakan sensasi menyusuri goa. Walau jaraknya tidak terlalu jauh, tetapi tetap saja sensasinya akan terasa berbeda. Pokoknya dijamin kalian tidak akan pernah menyesal ke goa ini. oya, masukan saja, kalau bisa kesini pas tidak hari-hari libur. Jadi tidak terlalu banyak pengunjungnya. Biar bisa lebih menikmati ketenangan di dalam goa Pindul.
Leave a comment

FEBRUARY 10, 2014

Tamasya cave tubing goa pindul

Yeeehaaaaa,,, akhirnya piknik juga, kesampean dah maen beginian… kemaren senin (19 Januari 2013) gw ma kimcil-kimcil , ada eko , diki , Nandut , Doni  , joko , dan duet calon pasangan indah dan aan pada piknik ke Wonosari. Kita maenan Cave Tubing. Asyik bener yak namanya..xixiii. Kita maenan mirip rafting tapi bukan pake perahu karet, tp pake Ban Dalam. Jadi tiap orang dapat jatah satu ban.

Keputusan buat maen disini se sebenernya udah lamaaaaaa , awalnya gara-gara aan “Greates Memories”  upload foto cave tubing. Asliiii,, envy pooolll,, akhirnya gw browsing dah. Yg pertama gue dapet adalah adalah Kali Suci , tapi sayang pengurus ato yg handle di kali suci kurang ato blm profesional, beberapa kali gw telp+sms ga ada reply sama sekali. Kemudian gw cari lagi, eeehhh nemu Desa Wisata Bejiharjo . Taarrraaaaa,,, *sound effect kembang api- , gw telp pemandu wisatanya yang namanya Mas Haris, dia ramah beud, dia bilang “Mangga mas,,, kapan aja ada waktu, kami akan layani. Tak tunggu ya mas !” . Wohohohooo,, cucoookk.. langsung dah gw bilang bsk senin gw mo kesana. Deaaallll… berangkattt….!!!

Berangkat dr jogja jam 10 pagi, mpe sana jam 12an. Eeehhhh,, ternyata tempatnya deket, dr Alun-alun wonosari cuman 10 menit, Jalurnya ke arah Karangmojo. Sampe di Balai Desa Kepek, ato setelah Tiwul Yu Tum langsung ambil kiri. Ikutin aje jalan itu terus. samope di Desa Bejiharjo ato Homebasenya Cave Tubing Gua Pindul, ternyata rameeeeee banget. Di Desa Bejiharjo, ternyata ada banyak macem wisatanya. Kita pilih Cave Tubing Pindul dan Rafting Sungai Oya .

 

Jujur, experience selama Cave Tuing tidak begitu menggoncangkan adrenaline (eidaann bahasa gw-xixixixiii) tapi lebih ke scary gitu dah …. Dingin, gelap dan angin berhembus yg lumayan kencang.

Kelar Cave tubing,, kita pindah ke SS berikutnya, Rafting Sungai Oya.. Tapiiiii,,, dr Gua Pindul ke Sungai Oya, kudu jalan kaki cuiii… bukan masalah jauhnya se, tapi masalah ga pake sendal alias nyekernya ituuu… Nanassss banget… like hot plate… Tersiksa….. Tp penderitaan jalan kaki ini terbayar sudah dengan apa yg kita dapetin di sungai oya….. aseekkkkkk…..

 

Overall,, ini semua bikin ketagihan cuii… Next trip sepertinya bakalan mencoba Kali Suci ato mungkin ke Bromo. Will see…

Leave a comment

FEBRUARY 3, 2014

ASAL USUL GOA PINDUL

Bagi Anda yang mungkin sudah beberapa kali berkunjung ke Obyek wisata Goa Pindul dan mengagumi keindahan alam di dalamnya, mungkin lupa atau belum mendengar tentang misteri dan asal usul goa Pindul, kami akan mencoba mengungkapnya untuk Anda sesui dengan cerita yang kami degar. Nama Goa Pindul menurut dongeng yang kami dapatkan berasal dari sebuah kisah perjalanan seorang tokoh jaman dulu yang bernama Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan yang mendapat perintah dari Panembahan Senopati di kerajaan Mataram untuk membunuh bayi laki laki hasil buah cinta putri Panembahan Senopati yaitu bernama Mangir Wonoboyo. Dalam perjalanan kedua utusan Panembahan Senopati itu tidak tega untuk membunuh sang bayi, kemudian keduanya pergi kea rah timur yaitu kearah Gunungkidul hingga tibalah di suatu dusun di daerah Karangmojo. Di dusun itu keduanya menggelar tikar untuk alas tidur, dusun tempat menggelar tikar itu kemudian dinamakan Gelaran. Sementara itu sang bayi terus menangis, kedua utusan itu berusaha menenangkannya, karena masih saja rewel, kedua utusan itu berinisiatif memandikannya. Ki Juru Mertani kemudian naik ke salah satu bukit dan menginjak tanah di puncak bukit itu, dengan kesaktianya tanah di bawahnya runtuh dan nampak menganga sebuah lubang yang kelihatan ada aliran air di bawahnya. Sang bayi lalu di gendhong turun dan di mandikan di dalam goa, disaat di mandikan, pipi sang bayi terbentur (Orang jawa : kebendhul) batu yang ada di dalam goa itu. Karena kejadian itu tempat itu di namakan Goa Pindul. Nah….sudah tahukan asal muasal nama Goa Pindul, jadi Anda sudah tidak penasaran lagi kan…?  Obyek Wisata Goa Pindul di resmikan pada tanggal 10 November 2010 oleh Almarhum Bupati Gunungkidul Bapak Sumpeno Putro. Dan sampai sekarang Goa Pindul mempunyai nilai ekonomis bagi warga sekitar karena kunjungan wisatawannya yang selalu membludak.

Leave a comment

JANUARY 21, 2014

Pengunjung Goa pindul membludak

Hari ini, Minggu 3 November 2013 Wisata Goa Pindul di banjiri wisatawan, hal ini terlihat sejak pagi, lalu lalang bis wisata dan kendaraan pribadi menuju ke tempat wisata paling fenomenal saat ini. Di perkirakan tidak kurang 500 bis wisata dan mobil pribadi di tambah wisatawan motoris yang menyerbu ke goa pindul hari ini. Para wisatawan di dominasi wisatawan lokal dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan kota kota besar lainnya, hal ini terlihat dari nomer polisi kendaraan yang di pakai para pengunjung.

Siang ini antrian wisatawan goa pindul di counter ticket mengular sampai beberapa ratus meter, hal ini juga terlihat di parkiran kendaraan, bahkan nampak parkiran yang cukup luas itu tidak cukup menampung jumlah kendaraan para pengunjung .

Fenomena seperti ini juga biasa terlihat di Goa Pindul pada hari hari biasa, dan puncaknya pada weekend seperti sekarang ini. Wisata Goa Pindul adalah menjadi jujugan pertama kunjungan para wisatawan kemudian baru di lanjutkan ke obyek wisata pantai selatan gunungkidul. Lokasi Goa Pindul yang agak masuk ke wilayah pedesaan tidak menyurutkan minat para wisatawan, di beberapa titik jalan malah nampak ada sedikit kemacetan .

 

Leave a comment

DECEMBER 12, 2013

GOA BARU DISEKITAR GOA PINDUL

Polisi menutup gua baru yang ditemukan di sekitar obyek wisata Gua Pindul, Karangmojo,Kabupaten Gunungkidul, DIY. Selain untuk mengantisipasi kerusakan bangunan, gua tersebut juga mengeluarkan gas.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan pihak kepolisian menutup sementara yang mengeluarkan gas dengan garis polisi. Pengelola akan datangkan ahli susur gua.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dewa Bejo, Subagyo, mengatakan, ada beberapa warga yang masuk lagi ke gua, namun hanya beberapa meter. “Tadi sempat ada yang masuk namun hanya 25 meter sudah tidak kuat akhirnya keluar lagi,” katanya, Jumat (6/12/2013).

Untuk mengantisipasi warga yang akan memasuki gua, petugas memasang garis polisi. Sementara untuk memudahkan pembukaan gua, pengerukan hanya difokuskan di depan mulut gua.

“Batuan di depan gua dibersihkan dulu, agar nantinya akses jalan masuk mudah,” imbuhnya.

Ia menambahkan, jika pengeprasan mulut gua selesai, pihaknya akan meminta ahli susur gua untuk memetakan jalur dan ujung gua. Selain itu, juga untuk mengetahui gua tersebut aman atau tidak.

“Kita akan berencana untuk mengundang pakar,” ujarnya.

Ia berharap gua baru tersebut menjadi tujuan wisata baru di sekitar Gua Pindul. “Saya dengar dari beberapa orang yang sudah masuk meski hanya beberapa meter, dalamnya sangat bagus,” ucapnya.

Beberapa warga yang menyaksikan gua dari luar tampak penasaran dengan gua yang baru ditemukan kemarin itu. “Penasaran, ingin melihat di dalamnya kayak apa,” kata Hari warga Karangmojo.

Leave a comment

FEBRUARY 1, 2013

GOA PINDUL, WISATA ALAM YANG ASYIK

Goa Pindul merupakan gua yang berada di kabupaten gunungkidul, Yogyakarta.

Goa pindul sendiri sekarang dikelola oleh sekelompok warga di Desa Bejiharjo. Didalam goa ini masih banyak stalaktit dan ratusan kelelawar yang hidup disini. Oleh pemandu nanti bakal dijelasin tentang sejarah dan info mengenai goa ini. Oh iya harga IDR30000 ini sudah termasuk jasa pemandu, alat untuk cave tubing serta asuransi. Jadi kita ga perlu lagi ngasih tip ke pemandunya.

Untuk mencapai lokasi goa Pindul ini, dari pusat kota Yogyakarta anda bisa naik kendaraan bermotor menyusuri jalan Wonosari. Setelah sampai di daerah Bejiharjo, anda bisa bertanya pada penduduk setempat, tapi nanti biasanya anda pasti tahu karena ada tulisan selamat datang Goa Pindul. Dan nanti akan ada tukang ojek/guide yang bisa langsung mengantar Anda ke lokasi. Apabila menggunakan transportasi ojeg, penumpang tidak akan dipungut biaya.

Dalam menyusuri Goa Pindul kita akan menaiki ban berukuran besar, kemewahan Stalaktit yang dapat anda nikmati akan terasa sangat menakjubkan! Cave tubing atau menyusuri goa dimulai. Stalaktit dan stalakmit mulai menyapa. Terduduk dengan mulut ternganga mendongak ke atas melihat keindahan yang sempurna.

| Tagged Goa pindulJALANke atasselamat datangtidak akanwisata alamYOGYAKARTA2 Comments

JANUARY 23, 2013

GOA PINDUL WISATA PETUALANGAN

Goa Pindul merupakan salah satu goa di Gunungkdiul yang terletak di desa Bejiharjo kecamatan Karangmojo kabupaten Gunungkidul .Dari ibukota kabupaten Gunungkidul Wonosari berjarak sekitar 7 km atau 46 km dari Yogyakata.

Bila kita dari arah Yogyakarta maka sampai di simpang lima Siyonoharjo ( kuranglebih km 36 dari arah Yogya ) kita belok ke kiri melewati jalan ringroad utara- perempatan bangjo Budegan terus ekmudian belok ke kiri menuju Bejiharjo Karang mojo.

Sebelum masuk ke lokasi goa Pindul kita akan melewati area persawahan dan hutan Gelaran yang sering dipakai untuk area perkemahan.Dari area perkemahan hutan Gelaran kita belok ke kanan menuju lokasi Goa Pindul melewati jalan batu putih .

Goa Pindul merupakan Goa mendatar atau Horisontal sepanjang kurang lebih 325 meter dan di bawahnya mengalir sungai yang jernih airnya di musim kemarau.Bila kita memasuki goa makan kita bisa melihat keindahan setalaktit dan stalakmit di dalam goa sambil menyususri sungai di dalam goa.Penyusuran dari ujung ke ujung sambil menikmati keindahan stalaktik dan stalaknit akan memakan waktu sekitar lima puluh menit sampai satu jam.

Pengelola goa Pindul yang sekaligus Pengelola Desa Wisata Bejiharjo menyediakan peralatan pengaman masuk goa,pemandu witasa serta sajian kuliner baik Bakso maupun the Rosella dengan harga tiket Rp. 30.000 / orang ( tahun 2011).Saat ini (tahun 2011) dikelola oleh mas Subagyo dengan nomor HP 081 227 923 007.Bagi para pengunjung yang akan menikmati keindahan goa Pindul silahkan menghubungi mas Subagyo terlebih dahulu agar disediakan peralatan dan servis yang maksimal sehinggga kita dapat menikmati Goa Pindul ciptaan Allah SWT dengan sebaik-baiknya.

Setelah menikmati goa Pindul kita dapat menuju hutan Gelaran sambil menikmati sumber aiar dan sungai dibawahnya serta area persawahan dan kolam tempat memancing yang disewakan untuk umum.

Silahkan nikmati Wisata Petualangan di Goa Pindul dan hutan Gelaran di Bejiharjo Karangmojo Gunungkidul Yogyakarta.

| Tagged alternatifbejiharjoGoa pindulkarangmojomusim kemaraupetualanganringroadwisatawisata petualanganLeave a comment

JANUARY 19, 2013

Asyiknya Goa Pindul

Hari Minggu, 6  januari 2013dalam acara ulangtahunku, aku diajak oleh pihak asrama mahasiswa UGM liburan ke Goa Pindul, Gunung Kidul, Yogyakarta. Karena memang tidak ada agenda apapun di hari itu, akhirnya aku menyanggupi untuk ikut acara ini. Tidak seperti biasanya kalau ada acara itu ada sesi resminya seperti training for trainer dll, acara ini murni acara liburan. Jadi ya seharian di hari Minggu itu kami asyik bermain di Gunung Kidul.

Berangkat dari asrama pukul setengah delapan pagi menggunakan bus kami sampai di lokasi sekitar pukul sepuluh lebih. Sampai disana kami disambut dengan begitu banyak antrian orang-orang yang juga datang kesana untuk berlibur. Selain itu kami juga disambut oleh permainan gamelan yang dipersembahkan oleh panitia disana, bahkan kami malah diajak ikut menyanyi sluku-sluku bathok dan ilir-ilir. Asyik banget pokoknya, oh ya kami juga sudah menikmati wedang jahe gratis, padahal sebenarnya wedang jahe ini diminum kalau sudah selesai raftingnya ha ha

Akhirnya rombongan kami dipanggil untuk menelusuri kali, nama kerennya rafting. Nah di Goa Pindul ini dua lokasi wisatanya. Satu menelusuri goa yang kedua menelusuri sungai, ternyata dari pihak asrama kami hanya dipilihkan untuk menyusuri sungainya. Ya g apa-apa namanya juga gratisan, padahal pengen banget lihat goanya. Sebelum sampai ke sungai, kami diajak jalan-jalan oleh pemandu untuk menelusuri sawah. Asyik pake banget lah ini walaupun panas.

Yang paling asyik ya jelas raftingnya.. sampai di sungai kami langsung terjun aja, g pake lama-lama. Entah berapa ratus meter itu aliran sungai yang kami lalui. oh ya sayangnya sungainya kan tenang, jadi ya cuma mengikuti saja. Padahal sebenernya pengennya tuh yang banyak batunya gitu jadi bisa muter-muter dan penuh tantangan. hayyah… Haduh g pandai bercerita ternyata aku ya. Oh ya, sayang sekali karena aku yang megang kamera jadi ya fotoku dikit banget deh. nasib

Oh ya… Nah di salah satu lokasi di sungai itu ada air terjunnya jadi kita bisa berenang disana sambil menikmati tusukan-tusukan air terjun. Selain itu juga ada tempat untuk loncat-loncat yang ketinggiannya sampai 7 meteran lebih. Disini ne aku diuji, aku sudah naek keatas terus lihat kebawah malah jadi takut. Tapi dengan penuh keyakinan akhirnya aku lompat dari ketinggian itu. Plong rasanya…

| Tagged asyiknyabejiharjoGoa pindulgunung kidulgunungkidulislamjalan jalankelasraftingsungai kamiLeave a comment

JANUARY 16, 2013

Hari itu hari minggu, tanggal 13Mei 2012 – hari kedua dari terakhir untuk Ujian Tengah Semester VI saya dan teman-teman. Karena ujian kami sudah selesai pada hari Kamis kami memutuskan untuk jalan-jalan pada hari ini. Seperti biasa, perjalanan yang kami lakukan adalah tanpa persiapan, kecuali mental, kamera, uang se’cukup’nya dan direksi perjalanan menuju TKP yang kami peroleh dari aktivitas googling. Goa Pindul yang terletak di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia menjadi pilihan kami. Saya dan keenam teman saya [perkenalkan: Bayu, Rudi, Arif, Ida, Ekii, dian]berangkat dari markas dekat kampus tersayang di Babarsari sekitar jam 10.00 molor 1,5 jam dari agenda awal karena alasan-alasan klasik yang tidak penting untuk dibahas. Berhubung masih di Indonesia, kita maklumkan saja. Pagi itu langit terlihat agak mendung, namun ternyata cuaca mau bersahabat. Hujan tak jadi turun. Setelah melewati jalan Wonosari saya dan teman-teman sampai sekitar pukul 11.30-an. Berarti perjalanan kami yang dengan 4 kendaraan roda dua memakan waktu satu setengah jam-an dengan kondisi perjalanan yang cukup lancar. Inilah rute yang harus ditempuh untuk sampai ke Goa Pindul: melewati jalan Jogja-Wonosari – Bukit Bintang – Bundaran Siyono belok kiri – Perempatan Grogol belok kiri – masuk Desa Bejiharjo. Waktu itu kami sempat keluar jalur (haha) karena perempatan Grogol sebenarnya masih di depan tapi kami sudah belok kiri. Gara-gara salah jalur ini kami bertemu orang (mas-mas) yang akhirnya menunjukkan jalan selanjutnya. Sebagai catatan: Goa Pindul ternyata sudah menyediakan orang-orang yang tugasnya untuk mengantar wisatawan Goa Pindul ke lokasi. Dan itu gratis, bahkan sebenarnya kita bisa minta dijemput dari Kota Jogja asal telah melakukan reservasi beberapa hari sebelum berangkat. Begitu pengalaman teman saya yang lain yang pergi beberapa waktu setelah saya dan teman-teman saya.

Setibanya di lokasi wisata Goa Pindul, saya dan teman-teman langsung menuju ruang administrasi (caileee..) buat pendaftaran. Masing-masing kami membayar Rp 30.000,- untuk menikmati wisata ini. Oh ya, setiap rombongan minimal jumlah pesertanya adalah lima orang. Setelah pendaftaran, kami langsung bergegas mengganti pakaian dan dipersilahkan untuk menggunakan safety vest (jaket pelampung) serta sepatu plastik yang telah disediakan oleh pihak pengelola wisata Goa Pindul. Untuk perlengkapan keamanan ini tidak perlu membayar lagi. Setiap kami diberikan water tube (ban pelampung) yang ukurannya cukup besar. Setelah mengenakan perlengkapan yang buat kami terlihat keren beudd itu bersama pemandunya kami berjalan kaki sekitar 7 menit menuju d’real Goa Pindul. Ayeeee..!!

Dari jalan kita akan lebih dahulu melihat pintu keluar goa bukan pintu masuknya, ini disebabkan karena lokasinya yang sedikit memutar. Dulunya di atas goa ini dipakai sebagai sarang burung walet. Penelusuran Goa Pindul dibagi dalam tiga zona yaitu zona terang, zona remang dan zona gelap abadi.

Tepat kita masuk ke dalam mulut goa kita memasuki zona pertama, yaitu zona terang. Di zona ini kita masih bisa menyaksikan keindahan dalam goa dengan jelas yaitu stalagtit, kelelawar dan ornamen batu. Perjalanan ke mulut goa dengan  kedalaman hampir 8 meter, benar-benar seru. Selama mengikuti penelusuran Goa Pindul, tangan kami harus berpegangan erat agar tak terlepas, jadi agak susah untuk foto-foto. Tapi kalau mau, Goa Pindul juga menyewakan jasa fotografer sehatga Rp 85.000,-. Saat penelusuran bapak pemandu juga bercerita tentang legenda Goa Pindul. Nama Goa Pindul berasal dari kisah Ki Ageng Panembahan dan Ki Juru Mertani yang diutus oleh Panembahan Senopati di Mataram untuk membunuh seorang bayi yang adalah putra dari Mangir Wonoboya (putri Panembahan Senopati). Dalam perjalanannya kedua abdi tersebut sepakat untuk tidak membunuh bayi tersebut dan saat mereka akan memandikan bayi tersebut, jidat sang bayi terbentur (Bahasa Jawa: kebendhul) batu yang ada di dalam goa. Peristiwa inilah yang membuat goa ini disebut Goa Pindul. Kira-kira begitulah cerita yang saya ingat. Selain itu Goa Pindul juga merupakan salah satu tempat persembunyian dan merupakan bagian dari jalur gerilya Jend. Soedirman pada zaman penjajahan Belanda dulu. Dan ternyata Goa Pindul baru saja diresmikan pada Oktober 2010. Berikutnya zona kedua yaitu zona remang, cahayanya mulai berkurang dan itu artinya kita berada di pertengahan Goa Pindul. Di zona ini jenis kelelawar dan stalagtitnya juga berbeda dari zona sebelumnya karena faktor pencahayaan dan faktor-faktor lainnya yang saya juga tidak paham. Kata pemandunya kelelawar kalau pipis dalam posisi badan terbalik, jadi kaki di atas dan kepala di bawah. Hahaha.. Ada juga kepercayaan bahwa perempuan yang tertetesi air stalagtit di dalam goa, konon akan menjadikannya wanita yang subur dan efek airnya pun juga menambah cantik 🙂 Ada juga stalagtit dan stalagmit yang menyatu, menjadi yang terbesar ke-4 di dunia. Yang juga buat goa ini luar biasa adalah batu kristal yang masih hidup. Indah sekali! Oh ya, meskipun diperbolehkan oleh pemandu untuk menyentuh stalagtit ataupun stalagmit yang airnya masih menetes sebaiknya tidak kita sentuh. Sentuhan kita dapat mematikan pertumbuhan stalagtit dan stalagmit – kata teman saya yang anak geologi. Penelusuran dilanjutkan ke zona ketiga yaitu zona gelap abadi. Disebut zona abadi karena memang sudah tidak terlihat cahaya lagi. Hanya suara gemericik air yang terdengar di dalam goa. Saat itu pemandu kami mematikan cahaya flash light-nya (lampu senter kepala) dan untuk sesaat kami mengheningkan cipta, berdoa sambil mensyukuri anugerah Tuhan dan make a wish. Terharu sekali, God always creates masterpiece including me.. ^^ Sebelum keluar dari goa, tampak cahaya yang berasal dari sebuah lubang besar dilangit-langit Goa Pindul. Kami sempatkan untuk loncat-loncat dari atas batu yang merupakan titik lompatan sampai basah kuyup. Sebelum kembali dan mengganti pakaian kami puas-puaskan foto-foto, bermain air dan loncat-loncat dari titik lompatan yang lumayan tinggi di luar goa. Setelah cukup lama, kamipun kembali. Untuk sampai ke jalan kami harus  melakoni adegan semacam panjat tebing. Super seru sekali.. Setelah sampai di lokasi awal kamipun membersihkan diri dan berganti pakaian. Kami datang tidak terlalu pagi dan tidak terlalu siang pulangnya. Karena waktu yang masih cukup kami melanjutkan perjalanan ke Pantai indrayantiIt such a very amazing refreshing.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s